Total Tayangan Halaman

Rabu, 16 Maret 2011

Tanaman Pengganti AC Plasmacluster

Bagi Anda yang hampir melakukan semua aktivitas di dalam ruangan, perlu berhati-hati terhadap udara dalam ruangan. Pencemaran udara dalam ruangan atau indoor pollution terjadi karena asap rokok dan hasil pembakaran alat rumah tangga.
Indoor pollution cenderung disebabkan asap rokok. Satu batang rokok mengandung kurang lebih 4000 jenis bahan kimia dengan 40% kandungan racun. Asap rokok sangat berbahaya, terutama bagi perokok pasif.
Gas paling berbahaya yang dihasilkan rokok adalah karbon monoksisa (CO). Gas ini terhisap oleh manusia melalui proses pernafasan. Gas tersebut akan ikut dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Gas ini berbahaya karena mampu mengikat hemoglobin darah 200-250 kali lebih kuat disbanding oksigen. Kekurangan oksigen akan menyebabkan penyakit hipoksida.
Upaya mengurangi bahaya yang disebabkan gas polutan adalah dengan memasang AC Plasmacluster, mampu mengurangi kadar karbon monoksida dalam asap rokok dan menghentikan aktivitas mikroorganisme dari golongan jamur dan virus. Namun, AC Plasmacluster cukup mahal dan memerlukan energi listrik tinggi. Bagaimana cara mengganti AC Plasmacluster tersebut? Berikut kombinasi tanaman yang mampu menggantikan fungsi AC Plasmacluster di rumah dan kantor Anda.
Kombinasi tanaman lidah mertua atau Sansevieria dengan Sri Rejeki atau Aglaonema mampu menggantikan peranan AC Plasmacluster. Sansevieria mampu memberikan udara segar dalam ruangan karena tanaman ini terus-menerus menyerap zat berbahaya di udara sepanjang hidupnya. Selain sebagai anti polutan terhadap asap rokok, sansevieria juga mampu menyerap carbon dioxide, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.
Penelitian yang dilakukan NASA selama 25 tahun menunjukkan bahwa Sansevieria mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang terdapat di udara sebab Sansevieria mengandung bahan aktif pregnane glikosid, yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi asam organik, gula dan asam amino, dengan demikian unsur polutan tersebut jadi tidak berbahaya lagi bagi manusia.
Sedangkan Sri Rejeki atau Aglaonema mampu mengurangi polutan dengan menyemprotkanuap air. Selain uap air, aglaonema juga menyemprotkan senyawa phytochemical. Senyawa ini mampu menekan pertumbuhan spora jamur dan bakteri merugikan dalam ruangan. Penelitian menunjukkan amuba dan bakteri akan musnah dalam beberapa menit jika diletakkan dekat dengan aglaonema.
Berdasarkan riset Wolfereton Environmental Service, sehelai daun Sansevieria mampu menyerap 0,938 mikrogram formaldehyde per jam. Menambahkan 1 pot Sansevieria dengan 5 helai daun dan 1 pot Sri Rejeki dengan 14 helai daun mampu menggantikan AC Plasmacluster sebagai penetralisir udara dalam ruangan bervolume 100 m3.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba
Sumber: Mokhammad Sofyan, Vivi Aprillia, Siti Maimunah, Dian Siswanto, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Mengenal MOL

Larutan MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia setempat. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer, pupuk hayati, dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida.J

Keunggulan penggunaan MOL yang paling utama adalah murah bahkan tanpa biaya. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar, petani dapat kreatif membuat MOL dari bahan-bahan seperti buah-buahan busuk (pisang, pepaya, mangga, dan lain-lain), rebung bambu, pucuk tanaman merambat, tulang ikan, keong, urine sapi, bahkan sampai urine manusia, darah hewan, bangkai hewan, air cucian beras, dan sisa makanan. Menurut Amalia (2008), cara membuat MOL itu mudah, semua yang ada di sekitar kita dapat dipakai, semua bahan dicampur dengan larutan yang mengandung glukosa seperti air nira, air gula, atau air kelapa. Lalu ditutup dengan kertas, dibiarkan sampai 7 hari. Setelah itu dipakai untuk menyemprot ke sawah. Menurut Hadinata (2008), secara terperinci bahan utama dalam MOL terdiri dari 3 jenis komponen antara lain:
  1. Karbohidrat: air cucian beras (Tajin), nasi bekas (basi), singkong, kentang, gandum. Yang paling sering digunakan adalah dengan air tajin.
  2. Glukosa: dari gula merah diencerkan dengan air, cairan gula pasir, gula batu dicairkan, air gula, dan air kelapa.
  3. Sumber Bakteri: keong mas, kulit buah-buahan misalnya tomat, pepaya, dan sebagainya, air kencing, atau apapun yang mengandung sumber bakteri.
Bahan dan alat:
  1. Batang pisang yang sudah busuk 2 genggam.
  2. Air panas/hangat 5 L.
  3. Bir biasa 5 L.
  4. terasi 1/4 kg.
  5. Gula pasir 1/2 kg.
  6. Dedak 1 genggam.
  7. Ember + tutup (kapasitas 15 L).
  8. Bambu pengaduk.

cara pembuatan:
  1. Rendam dan peras batang pisang ke dalam air biasa sehingga sari pati bercampur dengan air, dan sisakan sedikit serat pisang di dalam air.
  2. Campurkan air panas, terasi, gula pasir, aduk merata tunggu hingga air mendingin.
  3. Campurkan larutan serat pisang dan air panas (sudah dingin) ke ember, tambahkan dedak, aduk-aduk.
  4. Tutup ember dengan rapat, biarkan selama 10 hari.
  5. Setelah 10 hari cek kondisi MOL, jika sudah bau, dan muncul gelembung2 udara, berarti MOL sudah jadi dan dapat dipergunakan.
  6. Menghilang bau dapat digunakan nanas yang telah dihancurkan sebelumnya. 
berbagai sumber


Senin, 07 Maret 2011

Media Folder

Contoh folder didesain dengan corel , dengan lima lipatan
Folder merupakan salah satu media penyuluhan yang bersifat grafis. Media ini sangat praktis digunakan penyuluh dalam menyebarkan informasi kepada petani. Folder merupakan media yang berupa lipatan kertas dapat 2 lipatan atau lebih.

Membuat media folder tentu harus menarik dengan desain yang bagus. Bisanya bisa menggunakan corel draw atau program lain yang dapat digunakan untuk desain grafis. Paling sederhana kita bisa menggunakan ms office publisher. Publiser menyediakan fasilitas berupa templet yang langsung dapat digunakan. Tinggal pilih yang sesuai dengan  desain folder, kita langsung dapat menangkan informasi pada foder yang telah kita buat. Terpenting adalah tulisan dan background yang digunakan harus kontras, sehingga tidak sullit untuk dibaca. Agar lebih mudah dipahami petani, informasi yang dituangkan ke dalam folder bisa di tambahkan gambar-gambar yang relefan. Tentu dalam meletakan gambar tetap memperhatikan unsur-unsur desain grafis

Penyajian informasi dalam media folder bersifat pernyataan yang lugas bukan argumentasi yang dapat memberikan kesan bertele-tele. Bahasa yang digunakan pun adalah bahasa Indonesia yang familiar. Hindarkan kata-kata ilmiah, kalau perlu masukan istilah-istilah (bahasa stempat) agar lebih mudah dipahami sasaran dalam hal ini adalah petani.

Senin, 20 Desember 2010

Beberapa Istilah dalam Budidaya Tanaman


Mungkin kamu adalah seorang yang aktif pada bidang pertanian atau pemerhati ataupun lainnya. Tentu sangat banyak pengetahuan dalam budidaya tanaman. Sedikit tulisan dibawah ini yang menguraikan beberapa istilah dalam budiaya tanaman. Bisa dijadikan referensi atau sekedar penambah wawasan.

Ajir
batang yang berfungsi sebagai penyangga/tempat bersandar/merambat tanaman atau bisa juga berfungsi sebagai penanda, misalnya: batas petak, baris tanaman
Aklimatisasi
tahap perlakuan penyesuaian lingkungan tumbuh tanaman setelah dari persemaian ke tempat pembesaran
Bare-root
salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membiarkan akar tanpa media
Bedengan
tanah yang ditinggikan dari sekitarnya untuk tempat tumbuh tanaman
Bibit
semua bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan/ perkembangbiakan
Coring
metode dalam budidaya rumput yang digunakan untuk memperbaiki aerasi hamparan rumput dengan melubangi hamparan dengan mata pisau berbentuk batang berlubang atau sendok
Dormansi
tahap dimana benih/bibit/bahan perbanyakan berhenti tumbuh karena lingkungan tumbuh yang tidak sesuai
Dosis
takaran pupuk atau pestisida yang diberikan seluruhnya per satuan luas lahan
Drainase
sistem pembuangan air tanah atau air permukaan baik melalui cara alami maupun buatan
Grading
kegiatan memodifikasi permukaan tanah dengan mengurangi dan atau mengisi permukaan tanah asli
Gulma
tumbuhan pengganggu tanaman utama atau tumbuhan yang bernilai negatif atau tidak dikehendaki kehadirannya.
HPT
Hama dan Penyakit Tumbuhan
Hydroseeding
metode penanaman rumput dengan cara menyemprotkan campuran benih rumput dan air dengan nozzle pada lahan persemaian. Campuran tersebut bisa ditambah pula dengan pupuk dan mulsa
Kompot (Compot)
Pot/wadah tanaman yang berisi lebih dari dua individu tanaman(Community pot)
Naungan
atap, penutup bidang atas tanaman untuk mengurangi atau menutup sama sekali dari pencahayaan
OPT
Organisme Pengganggu Tanaman
Pendangiran
kegiatan menggemburkan tanah sekaligus mengendalikan gulma
Pestisida
sebutan umum untuk bahan kimia pengendali organisme pengganggu tanaman
Planter box
wadah tanaman massal
Rootballing
salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membungkus bola akar beserta media tumbuhnya
Steger
struktur penyangga tanaman (biasanya untuk jenis pohon)
Stek
bagian vegetatif dari batang tanaman yang akan berakar untuk membentuk tanaman baru
Tanah (soil)
tubuh alam yang berasal dari hancuran batuan dan bahan organik
Training
Tindakan pengaturan tumbuh tanaman agar sesuai yang diinginkan
Topdressing
tindakan menebarkan campuran tanah secara tipis dan merata ke permukaan hamparan rumput untuk mendapatkan hamparan yang halus dan rata dengan mengisi ruang antar stolon, memperbaiki dekomposisi dan menimbun stolon atau tunas dalam tindakan perbanyakan vegetatif
ZPT
Zat Pengatur Tumbuh

Jumat, 19 November 2010

ASIKNYA BERTANAM SECARA VERTIKULTUR

Bercocok tanam dilahan sih biasa, hampir semua orang mengetahui bahkan pernah melakukannya. Namun pernahkah anda medengar dan mencoba bercocok tanam secara vertikultur. Sistem tanam secara vertukultur merupakan sebuah trobosan pertanian saat ini. Sebagai wujud rekayasa teknologi yang sederhana. Cukup dengan lahan yang sempit dengan menggunakan sarana yang ada, sudah bisa menghasilkan tanaman yang produktif.
Asikan ?

Oke sebelum lebih jauh bagaimana teknisnya. Sedikit gambaran tentang vertikulur, biar tidak terjadi salah pemahaman. Prinsipnya vertikultur sama dengan budidaya tanaman pada umumnya, namun yang membedakan adalah pada sistem tanamnya.

Secara bahasa vertikultur dapat diartikan sebagai sistem tanam di dalam pot (dalam hal ini bisa bambu, paralon, talang, pot dan polibag) yang disusun/dirakit horizontal dan vertikal. Dilihat dari pengertian tersebut, maka vertikultur sangat cocok dikembangkan di lahan yang sempit, pekarangan dan sebagainya. Komoditas yang ditanam bisa sayuran maupun hortikultura atau tanaman hias. Sehingga sangat cocok bagi anda yang hobi tanam menanam.

Beberapa hal dalam bercocok tanama secara vertikultur yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Tempat penanaman
2. Media tanam
3. Penanaman
4. Pemelihraan
5. Panen

TEMPAT PENANAMAN

Tempat penanaman merupakan hal prinsip yang membedakan antar vertikultur dengan budidaya tanaman secara umum. Ada beberapa model yang dapat diguanakan untuk mengembangkan vertikultur, yaitu rak gantung, vertikal dan rak permanen

a. Rak Gantung

Rak gantung bisa dibuat dengan menyiapakan sekitar tiga buah paralon/bambu/talang (pilih salah satu). Bahan tersebut dipotong ± 1 m, pada bagian ujung kedua sisi dihubungkan satu sama lain dengan kawat bendrat. Adapun jarak antar rak yaitu 40-50 cm. Jika rangkain rak telah siap tinggal digantung dimana keinginan yanng anda inginkan dengan memperhatikan prinsip estetika.

b. Vertikal
Sebenarnya untuk model vertikal bisa gunakan drum palstik, kaleng bekas, karung dan sebagainya. Namun kali ini kita coba gunakan paralon/bambu. Pertama-tama potong bambu/paralon sepanjang 120 cm, 100 cm tempat penanaman sedangkan 20 cm untuk ditanam ke dalam tanah. Selanjutnya untuk membuat lubang tanam di sepanjang bagian 100 cm dengan menggunakan bor listrik. Anda tentu saja bisa menggunakan alat lain seperti pahat, atau apa saja yang anda punya untuk membuat lubang. Lubang dibuat secara selang-seling pada keempat sisi bambu/paralon. Pada dua sisi yang saling berhadapan terdapat masing-masing tiga lubang tanam, pada dua sisi lainnya masing-masing dua lubang tanam, sehingga didapatkan 10 lubang tanam secara keseluruhan. Setiap lubang berdiameter kira-kira 1,5 cm, sedangkan jarak antar lubang di buat 30 cm.

Buat lubang tanam sesuai ukuran bambu dan karakteristik tanaman. Jika diilustrasikan dengan permukaan datar, posisi lubang-lubang tanam akan tampak seperti gambar di bawah ini.

c. Rak Permanen

Rak permanen dibuat sebagai tempat untuk meletakan tempat penanaman bisa berupa pot, polibag, talang dan sebagainya. Rak permanen dapat dibuat dengan bahan kayu atau bambu.

Model 1: Rak mini
Model 2: Bambu tingkat
Model 3: Rak bertingkat
Model 4: Rak sederhana

MEDIA TANAM

Media tanam yang digunakan adalah campuran antara tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah semua bahan terkumpul, dilakukan pencampuran hingga merata. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara, dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman dengan prinsip pertukaran kation. Sekam berfungsi untuk menampung air di dalam tanah sedangkan kompos menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi unsur hara yang diperlukan tanaman.
Campuran media tanam kemudian dimasukkan ke dalam wadah penanaman yang telah dibuat.

PERSIAPAN BIBIT DAN PENANAMAN

Persiapan tanam terdiri dari tiga tahap dalam proses ini, yaitu persemaian, pemindahan, dan penanaman. Seperti halnya menanam, menyemaikan benih juga memerlukan wadah dan media tanam. Wadah bisa apa saja sepanjang dapat diisi media tanam seperlunya dan memiliki lubang di bagian bawah untuk mengeluarkan kelebihan air. Misal menggunakan wadah khusus persemaian benih yang disebut tray dengan jumlah lubang 128 buah.
Dua-tiga minggu setelah persemaian benih sudah berkecambah dan mengeluarkan 3-4 daun. Idealnya, benih yang sudah tumbuh daun berjumlah 4-5 helai sudah layak dipindahtanamkan.
Siram hingga jenuh, ditandai dengan menetesnya air keluar dari lubang-lubang tanam. Setelah dirasa cukup, bibit bisa ditanam satu demi satu. Setiap lubang tanam dibolongi lagi tanahnya untuk memasukkan akar. Semua bagian akar dari setiap bibit harus masuk ke dalam tanah. Apabila ingin menanam sayuran seperti kangkung, sawi, selada dan sebagainya, bisa diawali dengan penyemaian terlebih dahulu. Pada waktunya bisa dipindah pada media tanam yang telah siap pada tempat penanaman.

PEMELIHARAAN DAN PANEN

Cara pemeliharaan pada sistem penanaman vertikut hampir sama dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya.
a. Penyiraman, bisa dengan sistem tetes (irigasi drip) atau sistem langsung. Terpenting yang perlu diperhatikan jumlah air tidak boleh berlebihan, gunakan alat penyiram dengan sprayer atau alat semprot halus.
b. Pemupukan, untuk tanaman sayuran membutuhkan pupuk yang lebih banyak mengandung nitrogen. Pupuk diberikan setiap 5-7 hari sekali dengan dosis sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Disarankan secara organik, artinya segala input berupa pupuk yaitu pupuk organik. Untuk pemupukan susulan bisa digunakan pupuk cair. Sekarang banyak produk pupuk cair organik dari pabrik. Anda tinggal gunakan dengan cara dan dosis yang dianjurkan pada kemasan. Apabila ingin buat sendiri pupu cair organik sebenarnya gampang. Sebagai contoh anda bisa gunakan daun gamal. Daun tersebut dihancurkan, kemudian direndam selama 24 jam, selanjutnya diperas. Air persan dicampur dengan air bersih 1:1 kemudian diemprotkan.
c. Pengendalian hama/penyakit
Lakukan pengamatan secara rutin apabila ada serangan hama/penyakit dapat dikendalikan secara mekanik. Jika perlu bisa gunakan pestisida nabati. Sebagai contoh ambil daun tembakau, haluskan dengan cara ditumbuk. Daun yang telah halus di rendam selama 24 jam dengan dicampur sabun colek. Hasil rendaman diperas dicampur dengan air 1 :1 dan bisa diaplikasikan pada tanaman yang diserang. Masih banyak lagi resep-resep pestisida nabati yang bisa dibuat, mungkin akan dibahas pada posting berikutnya.


PANEN

Kegiatan pemanenan dapat dilakuan apabila masanya tiba. Tentu waktu dan cara panen disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam.. Namun ada kemungkinan hasil panen penanaman dengan sistem vertikultur lebih sedikit dibanding dengan penanaman di lahan.

Dari berbagai sumber

Rabu, 10 November 2010

Memanfaatkan e-Petani untuk Mengembangkan Cyber Extension.


Add caption
Cyber extension oleh beberapa kalangan di definisikan sebagai kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan dengan menggunakan media online atau media internet.

Penggunaan media ini diwacanakan karena berkembang pesatnya teknologi informatika pada dekade terakhir ini. Bentuknya seperti apa? Pertanyaan ini sering disampaikan oleh teman-teman penyuluh pertanian di beberapa daerah. Pertanyaan yang tentu saja amat wajar karena pedoman mengenai hal ini juga belum ada.

Namun beberapa kalangan dengan inisiatif sendiri mencoba mengartikan dan mencoba mewujudkan cyber extensoion dengan berbagai macam cara. Ada yang dengan membuat web atau blog mengenai penyuluhan, ada yang membangun komunitas di media sosial network seperti Facebook. Semua bagi saya sah-sah saja yang penting bagaimana agar semua itu bermanfaat bagi petani dan dunia pertanian pada umumnya.

Pada saat ini Kementrian Pertanian sudah berinisiatif dengan membangun web portal penyuluhan dengan maksud untuk membangun dan mengembangkan penyuluhan pertanian berbasis teknologi informatika ini. Web ini sudah eksis dan saya rasa memberi manfaat yang banyak kepada para penyuluh maupun petani.
E-Petani, web yang dibangun Kementrian Pertanian ini sudah cukup lengkap memberikan layanan secara online kepada para penggunanya. Disini anda bisa temui menu mengenai Cara Budidaya, Info Harga, Konsultasi, Diskusi, Berita bahkan sampai Pengaduan juga ada.

Anda bisa mengetahui tentang Cara budidaya berbagai macam komoditas yang ditulis oleh para penyuluh dari seluruh Indonesia. Info harga komoditas pertanian menyajikan informasi harga beberapa komoditas penting secara up to date. Di menu Konsultasi anda bisa membaca berbagai macam konsultasi mulai dari pebiayaan pertanian sampai dengan pemasaranya untuk berbagai komoditas yang dibahas oleh para pakar dan penyuluh pertanian dari berbagai daerah. menarik, bukan? lebih menarik lagi, web ini juga membuat menu mengenai pengaduan dan Diskusi Warga. Jadi kita baik para penyuluh maupun petani dari seluruh Indonesia dapat memberikan pengaduan mengenai pelaksanaan program pemerintah terutama dibidang pertanian agar ditindaklanuti oleh para pihak maupun diskusi dengan beragam topik tentang dunia pertanian. Dan bagi anda para penyuluh yang mempunyai hobi dan kemampuan untuk menulis, e-Petani juga menyediak ruang untuk menulis di menu Blog. Silahkan anda menulis tentang topik yang anda kuasai di bidang pertanian tentu setelah anda mendaftar dengan admin e-Petani dan login terlebih dahulu.

Bagaimana menurut Anda, menarik sekali bukan? Silahkan anda mampir ke e-Petani dan jelajahi menu-menunya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda untuk mengembangkan aktivitas penyuluhan anda. Salam Petani Indonesia.

http://www.penyuluhpertanian.com/